Sebagai ibukota Papua, Jayapura menyimpan banyak potensi wisata yang menarik, mulai dari kemolekan alam yang memu­kau mata hingga festival budaya yang meriah.Edisi ini kami pilihkan 10 Yang Terbaik dari Jayapura untuk Anda nikmati. Meskipun jaraknya termasuk jauh dari Jakarta dan Pulau Jawa, menyambangi Jayapura dapat menjadi bucket list. Selamat da­tang di Bumi Kenambai Umbai!
Jayapura,    Bukan Sekadar Ibukota Paling Timur
Tekstur kota yang berbukit-bukit dan berkelok membuat Jayapura secara lanskap terbilang menarik sebagai objek fotografi. Sambangi Bukit Polimak untuk mendapatkan view terbaik kota ini. Dari atas bukit ini kita dapat melihat luasnya Samudera Pasifik dengan kesibukan di Pelabuhan Jayapura. Bukit yang juga menjadi area bagi menara pemancar televisi dan radio ini dikenal juga sebagai Bukit Salib karena adanya papan salib di puncak bukit dengan tulisan raksasa “Jayapura City”
How To Go:Bukit Polimak dapat dijangkau dengan sepeda motor maupun kendaraan. Dari pusat kota Jayapura, jaraknya hanya 10 menit dengan rute menanjak
Tugu Jenderal Mc Arthur
Inilah monumen yang dibangun untuk memperingati kesuksesan Jenderal Mc Arthur saat menaklukan Jepang ketika Perang Dunia II meletus. Salah satu persinggahan penting sang Jenderal di Indonesia adalah Papua dan Morotai. Kini sebuah monumen berdiri kokoh di puncak bukit yang menawarkan pemandangan Bandar Udara Sentani-Jayapura. Jangan lewatkan rumah kecil di sebelah monument yang berisikan foto-foto bersejarah jejak Mc Arthur dan pasukannya selama di Tanah Papua.
How To Go:
Untuk memasuki kawasan monumen yang ada di Teluk Ifar ini tidak dipungut biaya masuk, namun karena berada di area pelatihan militer, Anda harus menaati peraturan dan menjaga kesopanan saat berkunjung seperti membuka jendela kendaraan dan tidak berkeliaran bebas.
Pantai Harlem
Konon inilah pantai perawan paling seksi di Jayapura. Tersembunyi dari keramaian, pantai yang satu ini berada di Distrik Depapre, bagian barat Kabupaten Jayapura. Di sini adalah lokasi paling tepat untuk “lari” dari hiruk. Sebuah tempat yang sunyi dan menawarkan kontemplasi.
Setengah jam perjalanan dari Pantai Tablanusu setelah mengarungi lautan Pasifik yang magis, kita pun menemu­kan sebuah nirwana bernama Harlem. Di sini pasir putih membentang sejauh kaki melangkah, di pinggir pantai masih berdiri kokoh deretan pohon kelapa yang menjulang miring seolah ingin menyapa laut yang bening. Air laut di sini pun terdiri dari tiga warna, mulai dari hijau toska hingga biru tua. Itu masih diimbuhi dengan karang koral yang cantik dan unik. Ingin berenang diantara fauna unik atau bersantai sambil membaca buku di gazebo? 
Pantai Harlem adalah tempatnya!
How To Go:
Untuk menuju ke Harlem yang letaknya ada di seberang Pantai Tablanusu, kita harus menyewa perahu nelayan dengan kapasitas maksimal 10 orang. Harga yang ditawarkan untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan perahu sewaan ini berkisar antara Rp300.000-Rp400.000.
Pantai Tablanusu
Sebuah desa nelayan di Depapre yang menawarkan situasi pantai unik. Di sini kita tidak akan menjumpai pasir putih seperti layaknya pantai di Bumi Papua, namun batu-batu kerikil dengan permukaan halus. Melangkah di pan­tai ini kaki kita pun serasa sedang direfleksi.
Deretan gazebo permanen yang ada di pinggir pantai disewakan seharga Rp50.000 dan dapat ditempati hingga 10 orang. Ingin menginap? Tersedia deretan cottage cantik dengan beragam fasilitas ala hotel, beberapa dian­taranya berbentuk Honay (Rumah Adat Papua). Inilah lokasi tepat melihat cantiknya sunset.
How To Go:
Menuju ke Tablanusu yang berjarak 60 km dari sebelah barat Jayapura dapat menyewa kendaraan. Tarif sewa ken­daraan di kota Jayapura berkisar antara Rp500.000-Rp750.000 per 12 jam.
Museum Papua
Ingin mengenal lebih dalam budaya Papua? Datang saja ke Museum Provinsi Papua ini. Sebuah tempat yang bukan saja menarik tapi juga membuat terkesan karena koleksinya yang menawan dan langka. Setelah memba­yar tiket masuk seharga Rp3.500, Anda akan dibawa menjelajahi tiap sudut museum ini mulai dari lantai atas di bangunan utama hingga bangunan pendukung di sayap kanan. Beragam benda khas suku-suku di Papua seperti tas dari bahan alam hingga alat musik dari kerang adalah objek pemikat yang pantang terlewat. Selain aneka relik dan artefak, museum ini pun menyimpan beragam foto-foto lawas yang berkisah tentang situasi Papua saat masa Perang Dunia II dan menjadi lokasi pendaratan tentara sekutu.
How To Go:
Museum ini terletak di sebelah kiri jalanan utama yang menghubungkan antara kota Jayapura dengan Kabupaten Sentani. Dari pusat kota Jayapura, waktu tempuh yang diperlukan menuju ke museum ini adalah 30 menit.
Hamadi
Tercatat inilah lokasi pertama pendaratan tentara Sekutu saat tiba di Jayapura. Kini Hamadi telah menjadi pemuki­man padat yang sebagian diisi oleh pendatang. Di sini pula terdapat monumen bersejarah yang menandai keda­tangan pasukan Sekutu. Di Pasar Hamadi juga Anda dapat membeli aneka suvenir khas Papua seperti Noken atau Koteka.
How To Go:
Lokasinya agak menjorok ke bibir tebing Jayapura dan dapat ditempuh dengan kendaraan selama 15 menit dari pusat kota.
Belum ke Jayapura Bila Menyambangi Restoran Yougwa 


Inilah restoran milik putra asli daerah yang menyajikan beraneka masakan khas menggoda. Menu rekomendasi adalah Papeda, masakan sagu yang disantap bersama dengan kuah ikan Bawal asam manis. Slurp!
Festival Danau Sentani
Perhelatan tahunan di jantung Danau Sentani ini bi­asanya berlangsung setiap bulan Juni-Juli, pastikan ikut ambil bagian menjadi tamu dari ajang akbar ini. Anda pun dapat membeli aneka produk kerajinan yang di­hasilkan langsung dari tangan cekatan suku-suku yang berdiam di sekitar Danau Sentani.
Mengunyah Pinang
Salah satu kebiasaan umum masyarakat Papua ada­lah mengunyah buah pinang yang dimakan bersama dengan campuran bubuk kapur sehingga menghasilkan warna merah menyala. Fungsinya sendiri membuat gigi semakin bersinar dan kuat. Namun ingat, bila Anda mengunyah buah pinang ini jangan sembarang memun­tahkan bijinya.
Noken  
Inilah tas khas yang terbuat dari anyaman akar. Kini Noken sudah hadir dalam berbagai warna dan kompo­sisi. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp50.000 untuk ukuran kecil.
How To Get Jayapura
Penerbangan dari Jakarta (Soekarno-Hatta International Airport) menuju ke Bandara Sentani di Jayapura mema­kan waktu tempuh kurang lebih 7 jam dengan perbedaan waktu dua jam lebih cepat. Berbagai maskapai pener­bangan nasional yang terbang langsung dari Jakarta seperti Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, dan Batavia Air umumnya melalui Biak.
Sentani Airport sendiri berjarak 36 km di bagian barat kota Jayapura. Bandara ini juga menyimpan catatan sejarah karena sempat dipakai sebagai pangkalan militer Sekutu selama Perang Dunia ke II.
Transportasi ke dan dari Jayapura ke Bandara SentaniTarif taksi resmi dari Bandara Sentani ke Jayapura biasanya berkisar antara Rp200.000-Rp300.000.
Namun bagi yang mau keliling jayapura dan mau mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di kota jayapura lebih praktis jika anda menggunakan mobil rental supaya perjalanan anda lebih efisien dan menghemat waktu.Untuk pemakaian mobil rental mungkin biaya yang anda keluarkan sekitar Rp 500.000 - Rp 600.000 perharinya.Dan untuk pemesanan kendaraan bisa hub no Hp 081344282920 karena untuk masalah pelayanan tidak diragukan lagi,dengan Driver yang ramah juga lebih berpengalaman.

Posting Komentar

Blogger